-->

Ayah Ibu Rasulullah Termasuk Ahli Neraka? Ini Jawabannya



Oleh : KH. Zainul Muin Husni (Situbondo) 

Saya tidak tahu mengapa pertanyaan ini kerap muncul dari waktu ke waktu. Dijawab oleh seseorang di satu media, muncul lagi dari orang lain di media yang lain pula. Bukan tidak mungkin ada skenario global yg menjadikan masalah tersebut sebagai media setting sosial agar umat Muslim terkungkung dan berputar-putar dalam debat kusir yang tak berkesudahan. Tujuan akhirnya apa lagi kalau bukan utk membuat umat ini berkutat dengan dirinya sendiri dan terhenti perannya di ranah global sebagai rahmat bagi semesta. Dg demikian, umat menjadi terisolir dari percaturan budaya dan peradaban dunia.

Hemat saya bahwa meninggalnya Sayyid Abdullah, ayah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, dan Sayyidah Aminah, ibu beliau, pada zaman prakenabian yang dikenal dengan "Zaman Fatrah" adalah satu fakta sejarah yang tak terbantahkan. Sementara mengenai ahlul fatrah secara umum, Allah berfirman:

وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا - الإسراء:15
"Dan tidaklah mungkin Kami (Allah) menyiksa manusia sampai Kami utus (kepadanya) seorang Rasul" (Al-lsra:15).



Dalam kitab Tahqiq al-Maqam 'ala Kifayat al-'Awam karya Syaikh lbrahim al-Baijuri (Hal 13) terdapat riwayat sebuah hadits dari 'Urwah dari 'Aisyah Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah memohon kepada Tuhannya agar menghidupkan kedua orang tuanya. Maka Allah pun menghidupkan keduanya, lalu keduanya menyatakan beriman pada Rasulullah, lalu setelah itu Allah mewafatkan kembali mereka.

Kemudian Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam Kasyifat al-Saja syarh Safinat al-Naja (Hal 32) mengutip dari lmam Al-Barawi dari lmam Al-Sya'rani bahwa lmam Al-Subki meriwayatkan bahwa Sayyid Abu Thalib, paman Rasulullah dan ayah Sayyidina Ali, juga pernah dihidupkan kembali oleh Allah untuk menyatakan beriman kepada Rasulullah.

Lalu lmam Al-Suhaimi memberi catatan: "Adapun pembangkitan ayah-ibu Nabi itu hanya untuk masuk ke dalam umat Rasulullah, meski pun pada prinsipnya keduanya selamat dari api neraka". Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani menambahkan: "... karena keduanya termasuk ahlil lslam".
Ini artinya bahwa tujuan pembangkitan ayah-ibu Rasulullah berbeda dengan tujuan pembangkitan Abu Thalib. Sebab, ayah-ibu Rasulullah dibangkitkan bukan untuk masuk lslam, tetapi untuk masuk ke dalam umat Nabi Muhammad saja, sedang Abu Thalib dibangkitkan untuk masuk lslam karena hingga wafatnya dia tidak pernah menyatakan masuk lslam, meski dia gigih membela Rasulullah dari tindak represi kaum musyrik Quraisy. Lantaran jasa pembelaannya inilah maka Allah merahmatinya dengan dibangkitkan kembali agar beriman kepada Rasulullah sehingga selamat dari api neraka.
Wallahu a'lam. 




Subscribe untuk mendapatkan artikel gratis melalui Email

3 Responses to "Ayah Ibu Rasulullah Termasuk Ahli Neraka? Ini Jawabannya"

Adblock Terdeteksi

Ingin membaca artikel disini? Mohon nonaktifkan Adblock (Pemblokir Iklan) pada browser Anda

Terima Kasih, Jazakumullahu Khairan

×