-->

Benarkah Menghitung Asmaul Husna Bisa Masuk Surga?



Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
إن لله تسعة وتسعين اسما، من أحصاها دخل الجنة
"Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, barangsiapa yang menghitungnya maka dia akan masuk surga."
Dalam kebudayaan bangsa Arab, nama yang banyak itu cerminan tingkat kemuliaan si empunya nama. Semakin banyak nama, semakin mulia pula si empunya nama. Masalahnya, apakah Rasulullah lebih mulia daripada Allah? Sebab, nama-nama Rasulullah ternyata jauh lebih banyak daripada nama-nama Allah, yaitu 201 nama.

Tetapi dalam hadits lain dituturkan bahwa Rasulullah pernah berdoa sbb:

اللهم إني أسألك بأسمائك الحسنى وبكل اسم هو لك استأثرت به لنفسك ... الحديث
"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang indah dan dengan setiap nama yang Engkau miliki yang Engkau simpan untuk diri-Mu..."
Hadits ini memberi kesan bahwa asmaul husna tidak hanya 99, tetapi banyak sekali, bisa ratusan atau bahkan ribuan. dengan demikian pertanyaan di atas telah terjawab.
Tetapi menarik sabda Rasul: "... Barangsiapa yang menghitungnya maka dia akan masuk surga." Apa iya hanya dengan menghitung saja lalu mendapat imbalan masuk surga? Kok begitu murahnya sorga itu, sementara dlm hadits lain Rasulullah bersabda:

ألا إن سلعة الله غالية، ألا إن سلعة الله غالية. ألا إن سلعة الله الجنة
"Ingatlah, barang dagangan Allah itu mahal. Ingatlah, barang dagangan Allah itu mahal. Ingatlah, barang dagangan Allah itu sorga."
Ini memberi kesan bahwa menghitung itu bukan cuma dengan menunjuk satu demi satu nama-nama Allah sambil berhitung 1, 2, 3, 4 dst. Lalu bagaimana? Hemat saya, wallahu a'lam, menghitung yang dimaksudkan itu adalah dengan menyebut nama-nama Allah sambil meresapi makna masing-masing dan menghayati kebesaran sifat yang terkandung di dalamnya. Seperti diketahui, dalam setiap nama Allah terkandung sifat-Nya. Dalam nama "Al-Rahman", misalnya, terkandung sifat Allah sebagai Dzat yang Penuh Kasih, dalam nama "Al-Raziq" terkandung sifat Allah sebagai Pemberi Rezeki dan begitu seterusnya.

Nah, bila seseorang telah menjadikan asmaul husna sebagai dzikir yang istiqamah dengan penghayatan mendalam seperti itu maka Allah dengan segala kebesaran sifat-sifat-Nya akan menjelma dalam jiwanya dan akan mewarnai sikap mentalnya. Kemudian, pada gilirannya, perilaku hidupnya pun akan diwarnai oleh sifat-sifat Allah. Bila perilaku telah bermandikan sinaran sifat-sifat Allah, maka itulah interaksi positif dan reaktif antara sifat-sifat Allah dengan perilaku manusia. Atau dengan kata lain, asmaul husna menjadi reaktor (pemberi daya) terhadap tindak-laku manusia. Dan itulah "takhalluq bi-akhlaqillah" yang dimaksudkan dalam hadits:

تخلقوا بأخلاق الله
"Barakhlaqlah kalian dengan akhlaq Allah!"
SubhanAllah, betapa mulianya manusia yang selalu berada dlm sinaran keagungan sifat-sifat-Nya!
Wallahul Musta'an...

Semoga artikel Benarkah Menghitung Asmaul Husna Bisa Masuk Surga ini dapat bermanfaat.

Penulis : KH. Zainul Muin Husni

Subscribe untuk mendapatkan artikel gratis melalui Email

0 Response to "Benarkah Menghitung Asmaul Husna Bisa Masuk Surga?"

Post a Comment

Adblock Terdeteksi

Ingin membaca artikel disini? Mohon nonaktifkan Adblock (Pemblokir Iklan) pada browser Anda

Terima Kasih, Jazakumullahu Khairan

×