-->

Islam dan Pancasila, Mana Yang Mendasari dan Didasari?

Pancasila di Mataku, Digali dari Syari'at Islam, Pencerahan dalam Menyambut HUT RI Ke 72


Oleh : KH. A. Muhyiddin Khotib*
Dari mana Pancasila terbentuk? Apakah memang kebetulan, atau sudah sengaja dibuat seperti itu? Lalu dimana keterlibatan Tuhan (sehingga bahasa yang digunakan banyak bahasa agama)?
Menyimpulkan apa yg ditulis oleh Bpk. As'ad Aly dalam Bukunya yang berjudul Pancasila, saya menemukan satu kesimpulan bahwa :

  1. Sekitar 8 - 10 abad silam, Allah SWT mengutus para Dai dan Wali ke Nusantara Sumatra dan Jawa khususnya yang disebut Wali Songo atau "Palopor Rasulullah SAW" (meminjam bahasa KHR. As'ad). Beliau-beliau melakukan dakwah dengan damai dan dapat respon yang luar biasa dari masyarakat sehingga mayoritas penduduk Indonesia masuk Islam dan pada akhirnya menjadi muslim mayoritas. Penduduk nusantara, khususnya di beberapa pulau yang mayoritas muslim menemukan Tuhan yang benar, ibadah kepada Allah, bermuamalah dengan sesuai dengan syari'at Islam, membangun keluarga komunitas dan masyarakat secara islami, tolong menolong, sopan santun, solidir antar sesama, selalu bermusyawarah, dan lain sebagainya. Kondisi ini berjalan lama dan turun temurun sehingga menjadi adat istiadat dan budaya masyarakat, atau dengan kata lain, Islam telah berhasil memberi dasar tradisi kehidupan masyarakat Indonesia. 
    Wali Songo
  2. Selanjutnya, adat istiadat itu dipilah-pilah sesuai kontennya, kemudian diperas sehingga menjadi 5 Sila. Berhubung Pancasila dihimpun dari masyarakat yang mayoritas muslim, maka dapat dikatakan bahwa Pancasila bersumberkan dari al-Qur'an dan al-Hadist yang disampaikan dan dibentuk oleh para Dai yang menyebarkan agama Islam di Indonesia. Walaupun telah selama tiga setengah abad Indonesia dijajah oleh Belanda, Jepang dan petugas yang diantaranya membawa misi menasranikan Indonesia, namun nampaknya tidak berhasil. Sehingga sampai kemerdekaan terjadi, dan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia tetap kokoh dan menjadi sumber inspirasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang kemudian dikonstruk dalam sebuah sistem oleh Founding Fathers bangsa ini. 
    Hadrah : Seni Budaya Lokal (lintasjari.com)
  3. Pada saat kemerdekaan sudah dicapai, ternyata ada sebagian komunitas bangsa ini yang ingin menjadikan komunisme sebagai dasar negara, tapi gagal dan sebagian kelompok muslim formal menghendaki agar Islam menjadi dasar negara, akan tetapi gagal juga. Pancasila sudah bernafas Islam, karena dirangkai dari budaya masyarakat muslim. Setelah bangsa ini melakukan perjalanan panjang, maka pada akhirnya ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama sebagai satu-satunya ormas yang silsilah kultur dan ajarannya bersanad pada Wali Songo dan menetapkan bahwa :  "PANCASILA SUDAH FINAL SEBAGAI DASAR DAN FALSAFAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA." 
  4. Bagi NU, Islam sebagai agama harus diposisikan sebagai ruh kekuatan sentral yang kaffah dan syamsul pada sisi kehidupan dunia dan akhirat, Pancasila merupakan badan dari ruh islam yang melahirkan Ketahanan Yang Maha Esa yang mencerminkan Tauhid dan menjiwai 4 Sila berikutnya.
Demikian kesimpulan dari Islam dan Pancasila, Mana Yang Mendasari dan Didasari? Semoga artikel tersebut dapat menjadi pencerahan bagi kita sebagai rakyat Indonesia.

*Dosen Ma'had Aly PP. Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Subscribe untuk mendapatkan artikel gratis melalui Email

0 Response to "Islam dan Pancasila, Mana Yang Mendasari dan Didasari?"

Post a Comment

Adblock Terdeteksi

Ingin membaca artikel disini? Mohon nonaktifkan Adblock (Pemblokir Iklan) pada browser Anda

Terima Kasih, Jazakumullahu Khairan

×